Pelajaran Hidup

Menjalani dua profesi yang orientasinya sedikit berlawanan dalam kehidupan ini memang membutuhkan ketegaran hati dan ketulus ikhlasan yang lebih dibandingkan dengan satu saja. Seperti saya, satu sisi harus menjalani profesi PNS (Guru) yang kata orang “Menjalankan Dharma Negara”, disisi yang lain saya harus mampu melayani kepentingan Umat “Dharma Agama”. Yang sedikit berlawanan dalam hal ini adalah orientasi “Pamerih”nya. Memang keduanya terkadang juga bisa ketemu… tidak selamanya juga berjauhan. Bahkan terkadang satu dan lainnya juga bisa saling mempengaruhi, terutama dalam hal pamerih materi, dan juga implikasinya dalam realitas kehidupan saya.

aku

Begitu banyak hal yang menyenangkan dan menyedihkan saya alamami selama dua profesi ini saya lakoni, bahkan ada juga hal yang terkadang mebuat hati ini tercobak-cabik manakala ada pihak-pihak yang membenturkan dua profesi saya ini. Yang lebih menyakitkan hati pihak yang memanfaatkan keduanya untuk dibenturkan itu adalah kolega sendiri dalam linkungan instansi dimana saya menjalankan Dharma Negara. Dengan segala kewenangannya dia men”judge” saya tidak bisa efektif menjalankan tugas karena harus menjalankan “Darma Agama”. Sebagai hukumannya “Jam Mengajar” saya harus tikurangi sebanyak 12 Jampel.

14

Kenapa ini saya katakan sebagai sebuah hukuman? Karena kita tahu semua bahwa jam wajib bagi seorang guru yang sudah disertifikasi adalah 24 jampel, jadi otomatis dengan penghilangan 12 jampel wajib saya, mungkin bagi dia akan menghilangkan hak saya untuk mendapatkan Tunjangan Profesioanl. Tega sekali dia yang memegang kewenangan itu, atau dia tidak mengerti dengan apa yang sudah dia putuskan itu, atau mungkin juga sengaja…”Allahualam” hanya Tuhan dan dia sendiri yang tahu. Tapi yang jelas saya merasa seperti anak kecil yang dihukum oleh orangtua karena kesalahan yang tak pernah saya tahu.

“Seperti Anak Kecil”… itulah perasaan saya sekarang. Tapi sesungguhnya saya meragukan “Sifat Keorang Tuaan” yang dia miliki. Dalam dunia nyata…, saya punya 2 anak remaja,…. kalau mereka melakukan sesuatu yang kita anggap salah… yaa saya tegur dulu… kemudian diberi nasehat… dan diberikan solusi. Begitu juga dalam keseharian saya jadi seorang guru, kalau saya melihat siswa saya melakukan sesuatu yang kita anggap keliru, ya dipanggil dulu, dinasehati…. dan seterusnya…. itulah esensi pendidikan.

Yang membingungkan saya ketika dia mevonis saya itu adalah kata-katanya “Karena Pak Jero sangat sibuk urusan ke-atas, saya paling tidak berani dengan urusan ke atas, jadi terpaksa jamnya Pak Jero saya kurangi menjadi 12 jam”. itulah seingat saya yang dia ucapkan. Kenapa saya katakan membingungkan? Bukankankah dengan mengurangi jam wajib saya berdampak pada Tunjangan saya, dan bukankah itu juga urusannya dengan nasib seseorang????? Otomatis juga urusan “ke atas” juga. Dan yang menyakitkan adalah… dia memvonis… tanpa ada signal terlebih dahulu kemudian tidak ada solusi, itulah yang menyebabkan mengapa saya katakan tadi seperti anak kecil yang dihukum tanoa tahu apa yang sudah dilakukan tanpa dicegah dan tanpa diberikan jalan keluar… sungguh tragis memang nasib saya…. hahaha.

Tapi walaupun demikian, saya sadar bahwa apapun yang saya alami selama ini termasuk juga yang terakhir ini, saya anggap adalah “Sebuah Pelajaran Hidup” yang memang harus digali terus untuk mencapai suatu kesempurnaan, walaupun hal itu tidak mungkin. Tulisan ini saya buat tidak dengan maksud menyalahkan siapa siapa termasuk diri sendiri… tapi hanyalah sebuah renungan untuk diri saya sendiri dalam menjalani kehidupan ini, dan saya tetap bertekat untuk mencintai semua orang termasuk yang tidak mencintai saya, sebab dengan demikian, semuanya akan menjadi baik-baik saja.

2 thoughts on “Pelajaran Hidup

  1. Ya yg ° o(*) ° o sabaarr😉 ° o sabaarr••oo n sabar. Semua ada hikmahnya,Tuhan sllu memberikan kejutan pd umatnya yg taat,semangat bli mangku maju trs pantang menyerah!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s