Pendekatandiriku Kepada_Nya.

Mangku 03Dalam tulisan ini saya coba kembali menuliskan apa-apa yang aku lakukan dan alami selama ini, mulai dari tulisan terakhirku sampai dengan hadirnya tulisan ini. Dalam tulisan-tulisan saya terdahulu, saya sudah banyak mengeluh tentang perjalan profesi saya sebagai seorang guru. Saya juga banyak menyalahkan orang lain, bahkan saya sering mengeluhkan segala perlakuan atasan dan kolega terhadap diri saya. Pada suatu ketika, saya tersentak membaca salah satu tanggapan seseorang atas tulisan-tulisan tersebut, lalu saya sadar bahwa apa yang sudah saya tulis itu ternyata keliru. Pada saat saya membuat semua tulisan itu saya tidak menyadari bahwa hidup memang harus begitu adanya, dan juga karena tanggapan seseorang itu sekarang menyadari kita sebagai mahluk sosial memang harus saling isi mengisi, saling tegur menegur atas kekurangan masing-masing sehingga dengan semua itu hidup akan berjalan harmonis walaupun terkadang terasa menyakitkan. Melalui tulisan ini saya mengucapkan banyak banyak terimakasih pada orang yang telah mengomentari tulisan saya itu, karenanyalah sekarang saya semakin sadar tentang hakekat hidup.

Mangku 02Setelah sekian lama saya tidak menulis, saat ini kembali saya coba bertutur kata dalam bentuk tulisan yang mengungkapkan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, karena segala anugrah dan bimbinganNya-lah saya sekarang menjadi manusia yang sadar dan mau semakin mendekatkan diri kepadaNya. Saat ini, kewajiban hidup saya semakin bertambah di samping sebagai seorang Guru, saat ini saya juga berkewajiban untuk melayani keluarga besar di Sanggah Merajan dengan memilih jalan menjadi seorang “Pemangku (pangelingsir)”. Kalau difikir-fikir tugas itu sangatlah berat, ditengah-tengah saya juga harus mengerjakan kewajiban pokok hidup saya yaitu menghidupi kelima anggota keluarga secara fisik dan ekonomi. Namun hal itu tidak mau saya jadikan sebagai suatu beban hidup, bahkan kewajiban tambahan itu saya syukuri sebagai sebuah tanggung jawab yang harus memang saya tanggung.

Mangku 01Sebagai seorang Pemangku dan juga Guru pada dasarnya mempunyai garis tugas pokok yang sama, yaitu melayani. Kalau Guru, harus dan wajib melayani kebutuhan pengetahuan duniawi kepada anak didik, sedangkan sebagai seorang Pemangku, wajib hukumnya melayani kebutuhan rokhani umat pada umumnya dan keluarga khususnya. Walaupun secara kerokhanian, ilmu saya belumlah memenuhi standar yang dituntut, namun bagaimanapun demi Agama Hindu yang saya anut, umat, keluarga dan diri sendiri khususnya, saya mencoba untuk memberanikan diri dan berusaha belajar-dan belajar lagi tentang segala sesuatu yang terkait dengan Ajaran Ketuhanan, dan semoga dengan jalan demikian ilmu apa yang sudah dapat saya kuasai bisa saya sebarkan dan berguna bagi semua, dan juga untuk diri saya sendiri. Di samping itu, alasan mengapa saya menerima tugas sebagai seorang Pangelingsir itu adalah untuk meningkatkan Sradha Bhakti saya kepa Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga di kemudian hari saya tidak lagi mengecewakan orang, keluarga dan juga kerabat. Semoga apa yang saya jalani ini bisa mendatangkan kedamaian dan cinta bagi  umat manusia secara keseluruhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s