Pokoknya Aneh Deh!

Akhirnya sampai pada saat tulisan ini saya posting, yang namanya LCD Projector yang saya ceritakan pada tulisan terdahulu belum juga kami temukan. Seperti yang sudah saya tulis juga, saya ingin tegaskan kembali bahwa ada banyak hal dan kejadian di sekolah yang saya rasakan aneh tapi kejadiannya nyata.

Salah satunya LCD itu, begini ceritanya; beberapa waktu yang lalu, saya sering membuat foto-foto untuk dokumen sekolah tapi memang sengaja tidak saya print out. Semua hasil foto sekolah termasuk foto guru, siswa dan kegiatan-kegiatan sekolah yang saya anggap penting saya arsipkan dalam bentuk soft copy di komputer pribadi, dengan alasan tidak ada dana untuk mencetak semua itu (dana yang dikasi sekolah hanya untuk pemkbelian baterai) dan memang sengaja saya simpan di Komputer saya sendiri karena kalo mau disimpan di Komputer sekolah rasanya tidak mungkin. Ada banyak komputer sekolah memang, tapi tidak ada satupun yang brani saya jamin untuk keamanan menyimpan file-file penting. Disamping pemakainya banyak, juga yang berkompeten untuk bertanggungjawab menjaga file dan arsip penting sekolah juga tidak ada. Itulah sebanya mengapa semua file foto dan dokumen penting sekolah saya simpan di Komputer saya sendiri (file yang berhubungan dengan kepentingan pribadi saja), untuk kepentingan sekolah secara umum itu bukan kewenangan saya.

Entah karena apa, saking seringnya mungkin saya membuat foto dukumen sekolah, pada suatu ketika kamera itu diminta oleh sekolah dengan alasan kurang jelas. Yaah… yang namanya kamera itu memang milik sekolah, saya serahkan kepada Kepala Sekolah. Tapi anehnya, selama kamera itu dibawa oleh salah satu oknum, selama itu pula tidak ada kejadian penting yang terekam kamera. Melihat peristiwa itu, saya menjadi prihatin, lalu saya mencoba lagi untuk meminjam kamera itu, nah bukti bukti dari dokumen foto yang saya buat sudah sejak awal saya dokumentasikan di dunia maya seperti FB, WindowsLive dan Flicker juga ada di Picasa Web. Menimbang kejadian ini saya menjadi berfikir, apakah Kepala Sekolah menganggap bahwa kamera itu saya jadikan alat bisnis untuk membuat foto. Entahlah. Belakangan ini juga kejadiannya hampir sama, karena anak-anak mungkin sudah melihat hasil karya saya dengan menggunakan kamera itu, ada beberapa kelas yang meminta saya untuk membuat Denah Kelas, yaah saya buatkan memang, dengan ada “cost”nya, dan mereka setuju dan ikhlas membayar saya sebesar Rp.35.000, dan dana ini hasil urunan mereka sebanyak 25-26 siswa, atau dengan kata lain rata-rata Rp.1500/orang. Apakah itu yang membuat sekolah meminta lagi kameranya karena saya dianggap berbisnis dengan siswa saya. Entalahlah juga. Tapi faktanya pada saat tulisan ini saya posting, kamera itu masih ada di sekolah karena memang diminta oleh salah satu oknum pegawai.

Dalam hati saya terkadang tertawa, berapa sih untung saya dari hasil membuat foto-foto itu. Kalau orang faham dengan pekerjaan seperti itu… dan kalau orang berfikir bisnis, maka pasti orang itu tidak akan mau mengambil pekerjaan seperti yang saya lakukan. Coba bayangkan, sampai saat ini di komputer saya ada kurang lebih 8.000 foto yang terkait dengan sekolah dengan menghabiskan tempat di Komputer sekitar 16 GB (karena memang fotonya dalam resolusi tinggi). Mana capek mengambil fotonya, mana menghabiskan tempat di komputer sendiri…aaaahh secara bisnis rugi total. Tapi bagaimanapun juga, akhirnya saya menjadi berfikir jelek (saya akui ini dosa), bahwa karena ketidak fahaman Bapak Kepala Sekolah dan orang-orangnya ini tentang komputerlah yang menyebabkan hal ini terjadi, jadi kemungkinan mereka menganggap apa yang sudah saya lakukan dengan kamera itu hanya menguntungkan pribadi saya saja. Saya juga berfikir jelek, bahwa oknum-oknum inilah yang sebenarnya mau menggunakan kamera itu tapi mereka tidak bisa melakukan hal yang sama seperti yang apa saya lakukan. Entahlah lagi. Faktanya kamera itu sampai saat ini “nota bene” ada di sekolah, jangan-jangan nasibnya seperti LCD Projector itu,

Kalau cerita kamera ya seperti itu, nah kalau mengenai LCD Projector itu lebih aneh lagi. Awalnya LCD itu memang saya gunakan di Sanggar di Kampung, kan itu juga anak-anak SMP kami, jadi saya merasa tidak apalah saya pakai. Tapi pada suatu ketika, salah satu Guru meminta saya membawanya kesekolah karena akan ada Pemeriksaan barang-baran dari Dinas. Yaaa…yang namanya barang itu bukan milik saya, maka saya kembalikan. Nah entah beberapa harinya lagi, seperti cerita saya terdahulu itu kejadiannya. Dan sampai sekarang LCD Projector itu keberadaanya entah dimana, saya juga tidak tahu. Yang aneh dalam kejadian hilangnya LCD Projector ini adalah, kok Kepala Sekolah dan orang yang mempunyai tanggungjawab terhadap barang ini tenang-tenang saja? Biasanya beliau, jangankan barang yang harganya jutaan, barang yang harganya puluhan ribu pun apalagi hilang, dibawa sama salah satu gurupun kalau terlalu lama, pasti ribut…. Tapi ini secara pribadi saya fikir ganjil, jangan-jangan beliau dan oknum ini sudah tahu keberadaan LCD Projector ini. Dalam setiap kesempatan bercengkramapun beliau tidak pernah menyinggung tentang hilangnya barang ini, cuma dalam rapat rutin bulan Januari 2012 yang lalu saja dibahas, dan itu pun terkesan hanya sepintas lalu. Nah… hal-hal seperti inilah yang sering saya alami di sekolah tercinta ini. Samapai sekarang, kalau saya mau mengajar menggunakan LCD Projector, harus meminta izin dulu sama oknum yang satu ini, karena barangnya ditaruh diruangan terkunci dan satu satunya orang yang membawa kunci hanyalah oknum ini, nah yang celaka kalau oknum ini tidak ada di sekolah…wah wah wah… jadinya pembelajaran menggunakan media menjadi tidak jalan.

Saya menjadi semakin tidak tahu, entah apa maksud Bapak Kepala Sekolah melakukan kebijakan seperti ini, dan entah karena apa beliau hanya memberikan kepercayaan alat-alat yang seharusnya digunakan oleh para guru ini dibawa oleh oknum ini, padahal saya jelaskan lagi oknum ini sama Gaptek_nya dengan Beliau. Dia (oknum) ini, setahu saya tidak mengerti sama sekali tentang alat-alat tekhnologi saya tahu persis itu karena dia sering menanyakan sesuatu kepada saya tentang barang-barang itu. Terakhir, saya berdoa mudah-mudahan Bapak Kepala Sekolah dan oknum yang saya ceritakan ini kenyataanya tidak seperti yang saya ceritakan di atas, dengan kata lain mudah-mudahan mereka benar-benar tidak tahu juga dengan keberadaan LCD Projector itu, dan juga tidak berfikir negatif tentang saya dengan penggunaan kamera sekolah itu. Tulisan ini saya buat hanya sekedar untuk melepaskan unek-unek saya karena saya juga tidak menemukan tempat yang pas untuk membuang semua unek-unek ini kecuali ke dalam bentuk tulisan seperti ini dan saya publkasikan ke umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s