Memaknai sebuah Pengabdian?

Dulu1Semenjak aku ditunjuk menjadi pengurus dalam kepanitiaan SSN di sekolahku, tepatnya aku ditunjuk sebagai sekretaris, mulainya sekitar pertengahan bulan Oktober 2010 yang lalu, sejak itu pula aku mencoba melakukan segala sesuatunya terkait dengan tugas-tugas yang dibebankan dipundakku dengan baik, jujur dan transparant kepada semua insan pendidikan, apakah itu guru, siswa dan tata usaha. Apalagi kepada Kepala Sekolah sebagai Penanggungjawab Utama dalam Kepanitiaan tersebut. Aku sudah dan sedang melaksanakan semua pekerjaan yang dibebankan dengan tulus ikhlas, kalau kata orang di negerei seberang, aku merasakan bahwa aku berusaha “all out’” untuk mengambil tanggungjawab tersebut demi kemajuan pendidikan yang sedang dilaksanakan di sekolah kami.

Dulu2Mulai sejak awal-awal pengerjaan tugasku sebagai sekretaris bahkan samapai saat inipun aku sangat antusias dan semangat melakukan pekerjaan, semua pekerjaan mulai dari pembuatan bahan laporan, sampai kepada pelaporan, semua pekerjaan administrasi mulai dari dilakukankannya Verifikasi SSN samapai dikeluarkannya SK SSN oleh Kementrian Pendidikan Nasional yang menangani khusus masalah ini, dan samapai pada beberapa hari sebelum  tulisan ini dimuat dalam blog inipun aku masih merasakan semangat dan antusias yang sama. Ini bisa aku buktikan dari sekian Program SSN yang sudah disetujui dan sudah kami laksanakan, pengerjaan administrasinya ( keuangan dan pelaksanaan) selesai aku laksanakan, bahkan sebelum suatu kegiatan dilaksanakanpun terkadang administrasinya sudah siap. Dalam kurun waktu tersebut, aku tidak pernah berfikir untuk mundur sedikitpun melakukan semuanya walaupun sangat melelahkan baik fisik maupun mental.

Dulu4Pernah suatu ketika, saking asiknya aku mengerjakan tugas, tidak selesai aku kerjakan di sekolah, aku lanjutkan di rumah, dan bahkan mungkin ini bukan hanya sekali. Mungkin ada diantara pembaca yang mempunyai tugas dan tanggungjawab yang sama dengan saya, aku yakin mengerti dan tahu betapa rumit dan banyaknya pekerjaan itu. Tak jarang karena harus segera selesai, maka aku harus mengerjakan samapai larut malam. Aku terkadang lupa, bahwa aku juga punya tanggungjawab di rumah yang tidak kalah pentingnya dengan pekerjaan yang aku selesaikan itu, suatu hari istri saya minta jatah uang untuk beli beras, dan aku sangat terkejut ketika aku menyadari bahwa uang yang ada dikantong sudah habis, ternyata setelah aku fikir selama aku mengerjakan tugasku sebagai sekretaris selama ini sudah cukup banyak aku merogoh kocekku sendiri untuk kepentingan kelancaran penyelesaian pekerjaan, seperti rokok, dan bahkan makanan seperti nasi (makan di luar) karena gak sempat makan dirumah dan karena istri persediaan uang dapurnya sudah menipis, dan belum yang lain-lain.

Merenungkan nasibMenyadari keadaan di atas, istri minta uang untuk beli beras, uang di kantongku sendiri habis,… terbersitlah dalam fikiran biar tidak mengganggu pekerjaan, dan biar cepet bisa aku selesaikan, maka aku sarankan istriku untuk beli beras dengan cara ngebon. Aku tidak malu-malu menceritakan hal ini kepada para pembaca, karena sebenarnya aku ingin sharing dengan temen-temen yang membaca tulisan ini. Doa saya, mudah-mudahan temen-temen tidak mengalami hal yang sama dengan saya saat ini. Dan sebenarnyalah tujuan aku menulis ini di samping untuk sharing pengalaman, juga aku ingin mengeluh, tapi tidak tahu kepada siapa? Logika orang awam pada umumnya, banyak pekerjaan semestinya banyak juga upahnya, ambil saja contoh buruh tani, semakin banyak mereka mendapat harian di ladang orang, semakin capek, tapi upahnya semakin banyak. Sedangkan yang sedang saya lakukan ini menjadi terbalik. Tugas saya sebagai Sekretaris SSN ini sebenarnya bukan tugas utama saya sebagai sebagai guru, tugas utama saya sebenarnya ‘mengajar’ di kelas. Nah, kalau seandainya aku melaksanakan tugas mengajar, terus uang habis… kemudian beli beras harus ngebon…. aku fikir ini wajar dan sah-sah adanya, memang harus begitu resikonya… itu berarti aku tidak bisa mengatur rejeki yang sudah dianugrahkan oleh Tuhan, bukankah upah yang diterima sebagai seorang guru sudah sesuai dengan SK yang diberikan oleh Pemerintah.

Namun, yang membuat aku sedikit merasa gundah hati saat ini, benarkah tugas tambahan sebagai Sekretaris SSN ini suatu Kewajiban dan Pengabdian kepada Bangsa dan Negara? Kepada Sekolah di mana aku bertugas? Kalau memang ‘ya’, apa harus hanya aku yang seperti itu? Bagaimana dengan Panitia yang lain, Penanggungjawab? Ketua? Aku mohon dengan hormat pendapat para pembaca sekalian, apakah yang harus dilakukan lagi? Dan menurut kalian, apakah ini namanya sebuah Pengabdian? Atau sebenarnya aku sudah melakukan hal yang ‘konyol’? Kalau memang itu pengabdian, mengapa yang lainnya tidak melakukan hal yang sama dengan aku? Ya setidaknya melakukan tugas masing-masing sesuai dengan ‘jobs list’ yang ada. Perasaan (lagi) aku sudah melakukan semua pekerjaan sesuai dengan job listku sebagai sekretaris, bahkan aku juga mengambil pekerjaan yang bukan termasuk dalam job list tersebut. Misalanya, pada saat pelatihan-pelatihan yang sudah 3 kali kami laksanakan, mulai dari penyiapan administrasi, pelaporan, mencari narasumber bahkan samapai pada mempersiapkan ruangan tempat pelatihan,… itu semua aku lakukan pada hal menurut pendapat pribadiku, itu bukan pekerjaan yang harus aku ambil, tapi karena desakan dan disuruh untuk melakukan itu oleh Penanggungjawab Utama, ya..akhirnya aku kerjakan juga walaupun kadang dibantu oleh beberapa teman pegawai. Sekali lagi aku mohon pendapat teman-teman, bagaimanakah caranya aku memaknai semua ini?

Sejujurnyalah aku pengen sekali mundur dari pekerjaan ini, karena aku takut apa yang sudah aku lakukan ini dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mencari keuntungan pribadi (apakah itu material atau immaterial), disamping itu sekarang-sekarang ini aku sudah mencium aroma yang kurang sedap di sekeliling ku, atas nama program, memanfaatkan pekerjaan aku, meraup untung sendiri. Sekian dan terimakasih, tulisan ini hanyalah sebuah keluhan hati dan ketidak fahaman akan sebuah pengabdian.

7 thoughts on “Memaknai sebuah Pengabdian?

  1. Ternyata Saat ini Saya harus berkomentar, dan memberikan pendapat subyektif Saya mengenai tugas dan kewajiban seorang PNS:
    Saat ini saya berkomentar didampingi dengan pengalaman, pengetahuan dan renungan serta analisa saya yang saya kutip dari bukunya Robert T Kyosaki, Audiobook dan bukunya Tung Desem Waringin terhadap sebuah kewajiban sebagai seorang PNS.

    PNS jika kita analisa dari cashflow quadrant karangan Robert T Kyosaki, seorang PNS berada dalam kuadran E, yang berarti Employe/ pegawai/buruh hidup dalam zona nyaman, karena penghasilan pasti! seperti yang kita ketahui dimana prestasi seorang pegawai negeri kurang dihargai, sehingga semangat yang tidak bisa diiringi dengan hasil akan semakin lemah karena yang malas dan yang rajin dapat memproleh hasil yang sama, bagi yang semangat tentu ini tidak adil. tapi jika semangat didasarkan oleh rasa tulus ikhlas ini merupakan hal yang adil dan tak pantas untuk mengeluh.

    seperti yang kita ketahui sebagai pekerja konvensional, hasil bergantung pada qualitas dan quantitas pekerjaan, semakin banyak hal yang dikerjakan maka semakin banyak hasil yang diperoleh, itu seharusnya! kalau tidak salahkan lembaga/perusahaan tempat anda bekerja!

    Berdasarkan Audiobook Financial Revolution karangan Tung Desem Waringin hanya ada
    1% orang yang menguasai 50% kekayaan yang beredar didunia,
    4% orang menguasai 40% kekayaan yang ada didunia dan
    90% memperebutkan 10%kekayaan yang beredar dudunia.
    dan ketika semua kekayaan didunia ini kita tarik dan bagi rata ke semua orang didunia ini maka dalam waktu 5 tahun kekayaan tadi akan kembali ke komposisi yang semula! hal ini disebabkan oleh pola pikir manusianya.

    POLA ORANG MISKIN
    orang ini akan selalu menghabiskan semua penghasilanya untuk kepentingan konsumtif mereka
    POLA ORANG MENENGAH
    Selalu ingin tampil kaya walaupun penghasilanya tidak sesuai, sehingga mengambil tindakan mencicil/ kredit, dan terjebak oleh kredit merekan yang memaksa merekan untuk tetap bekerja, orang ini tidak akan pernah kaya raya karena hidupnya akan dihabiskan untuk membayar kredit
    POLA ORANG KAYA
    orang ini selalu mampu menunda kesenangan untuk mendapatkan kesenangan yang berlipat ganda dikemudian hari, orang-orang ini akan membeli aset-aset/ sesuatu yang memberi mereka penghasilan, seperti membeli rumah untuk disewakan, membeli sapi untuk diambil susu dan anakya, membeli mobil untuk disewakan ( INVESTASI) karena saat mereka tidak mampu lagi bekerja aset-aset ini akan menggantikan pekerjaan mereka sehingga mereka akan bisa bertahan hidup bahkan denngan gaya hidup mereka tanpa harus bekerja!

    Kesimpulanya adalah:

    Jika Anda ingin benar-benar kaya, tinggalkan pola fikir lama Anda, tinggalkan keyakinan anda yang salah mengenai ” kita harus bekerja keras untuk mendapatkan uang lebih banyak”, ” tinggalkan keyakinan Anda bahwa kita mati hanya menunggu kompor/tanah 2 M ” Kaya adalah kebebasan, jika sakit orang kaya bisa memilih mau dirawat di rumah sakit VIP atau dipuskesmas, jika ingin nyaman orang kaya bebas memilih mau tinggal digubuk atau di istana yang mewah dan banyak contoh lagi. kekayaan adalah kebebasan

    ” JIKA ANDA PERCAYA BAHWA KITA HARUS BEKERJA LEBIH KERAS UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG LEBIH TINGGI ” maka itulah yang akan terjadi, begitu pula dengan sebaliknya.

    masih banyak hal yang perlu ditulis, tapi pikiran manusia dibatasi oleh perasaan jenuh, sehingga saya membatasi tulisan ini, jika anda ingin tahu bagaimana ilmu dan jurus-jurus menjadi kaya silakan kontak saya di 087862113939, semua pengetahuan yang saya pelajari sebagai seorang Konsultan Financial yang saya proleh secara langsung atau tidak langsung akan saya bagikan dengan senang hati!

    • Membaca komentar komang, jujur saya belum mendapat jawaban kegundahan hati saya mengenai makna sebuah pengabdian. Kalau saya tidak salah menangkap tulisan komang di atas, berarti saya masuk dalam katagori orang kaya dong. Karena apa yang sudah saya lakukan itu didasari oleh perasaan tulus ikhlas dan kejujuran untuk menuntaskan semua pekerjaan dengan baik.

      • Kalau berbicara masalah pengabdian tentu didasarkan oleh rasa tulus ikhlas, kalau yang namanya ikhlas pasti tidak ada keluhan karena ikhlas itu tanpa pamrih. ya singkat saja bahwa mengabdi adalah tanpa pamrih, tanpa mengeluh. Saya sangat meragukan pada setiap orang yang bilang ikhlas tapi ia terus mengeluh. jadi kalau boleh ditegaskan lagi orang yang mengeluh bukan orang yang ikhlas!

        Menanggapi keluhan yang saya baca diatas adalah tidak lain dari keluhan secara financial! maka saya beri solusi financial. dan diatas saya bubuhkan cara berfikir orang kaya agar dapat mengabdi dengan tulus ikhlas tanpa harus khawatir masalah financial.

        Kalau Pak Man merasa sudah kaya, yah tergantung dari pendapat siapa, kalo Mike Tyson mungkin ia! karena menurut Robert T Kyosaki orang kaya adalah orang yang mampu bertahan dengan gaya hidupnya walaupun tanpa harus bekerja! jadi disimpulkan dari pendapat ini ya mungkin sudah ketemu jawabannya, Karena Pak man nulis diatas walaupun sudah bekerja lebih keras melebihi tingkat yang di tentukan masih merasa kurang ya, saya tidak perlu menjawab status Pak Man ada dimana.

        Biar benar-benar tulus, biar benar-benar ikhlas untuk mengabdi jadilah orang kaya dulu, gunakan pola pikir orang kaya, baru Pak Man tidak mengeluh lagi masalah financial Pak Man

        Tetap Semangat! Terus Mengabdi ! tapi jangan lupa jadi orang Kaya Dulu!

  2. WADUH ,.. Ampura pak nyoman ,.. tyang ini manusia yang masih bau kencur,.. belum patut untuk memberi sesuluh pada pak man ,…. tapi sebagai sahabat tyang memberikan apresiasi berat kpd pak man ,.. Tentang tugas yg pak lakukan memang itu yang tepat , sebagai tanggung jawab tugas sebagai sekretaris ,. yang pak man alami itu ,. sering terjadi juga dg tyang ,.. tentang keluarga yg minta jatah uang dapur ,.. itu merupakan ujian tugas yg pak lakukan yang diberikan Tuhan ,.. itu ujian kecil aja yg diberikan ,. seperti apa yg banyak dibilang orang bijak , semakin banyak kita berbuat baik semakin banyak juga ujian dari Tuhan ,.. contoh yg dialami Pandawa yang dibuang kehutan selama 12 th ,.. padahal pandawa adalah simbul segala kebajikan ,.. itu cuma contoh ,.. intinya jangan memikirkan hasil yang telah kita kerjakan ,tapi apa yang dapat kita kerjakan untuk kebaikan,..Namun jaman sekarang kita harus bisa berfikir dg logika ,.. tapi … apabila kita bisa mengerjakan tugas yg dibebankan dan bisa juga mengambil tugas orang lain itu sebuah kelebihan yg diberikan oleh Tuhan ,. jgn disesali tapi maknai dg syukur bahwa kita bisa lebih dari orang lain spt ketua yg pak sebut,… > tENTANG REJEKI Tuhan akan memberikan rejeki yang lebih bagi yg berbuat lebih untuk kebaikan termasuk tanggung jawab.. Ampura pak man jangan dibilang sesuluh ,.. ini sebuah sharing antar sahabat .. yg tentunya masih perlu dikaji kebenarannya,.. ini sebuah pendapat yg bisa tyang tuangkan…. kalau tyang sama tyang juga sering mengambil tanggung jawab yang mestinya bukan tyang yg bertanggungjawab ,.. namun untuk kepentingan umum itu tyang lakukan dg iklas dan penuh tanggungjawab. untuk tidak menimbulkan masalah untuk kepentingan umum…. Suksema.

    • ‘Sharing’ inilah yang tyang maksud… terus terang Pak Made, selama ini tyang tidak menemukan orang yang bisa diajak tukar fikiran, sekarang tyang ketemu dengan Pak Made walaupun sebatas di Dunia Maya, sama saja, dan usia belum tentu menunnjukkan kematangan berfikir, belum tentu menunjukkan kedewasaan, dan tyang percaya dengan kata-kata Pak Made tentang arti sebuah tanggung jawab. Seperti yang tyang tulis itulah perasaan tyang selama ini, dan tyang sangat senang sekali karena Pak Made mau menanggapi curahan hati tyang, dan mari kita mulai sekarang saling berbagi tentang segala sesuatu, khususnya tentang SMPN 4 Pupuan, tyang mohon Pak Made terus memantau perkembangan Sekolah dari Dunia Maya, dan tyang akan terus menulisnya, karena hanya dengan ini dan melaksanakan pembelajaran di kelas saja tyang bisa mempersembahkan yang terbaik untuk sekolah, demi sekolah tentunya dengan harapan sekoah kita semakin dikenal oleh orang dan mendapat tempat di hati orang bukan hanya di Pupuan tapi di seluruh Dunia. Terakhir, tyang mohon sekali ‘Support’ Pak Made sebagai Kepala Desa Padangan kepada tyang, agar tyang bisa berbuat lebih banyak lagi untuk Sekolah kita, dan mudah-mudahan orang semakin mengenal dan akhirnya lebih mencintai sekolah kita dari sebelumnya. Sekali lagi Sukseme ping banget Pak Made!

      • Maaf pak man, Saya sebenarnya mengerti apa maskud pak man menulis blog ini, saya tahu jawaban apa yang diperlukan untuk ini. tapi saya ingin merubah pola pikir tradisional dengan pola pikir modern. merevolusi pikiran, kalau boleh tiang rekomendasikan untuk memahami apa sih ke ikhlasan itu, karma dari sisi ilmiah nya gimana, bisa didapatkan dari buku karangan Erbe Sentanu yang berjudul Quantum Ikhlas ini disarikan dari buku The Secret karya Rhonda Byrne, berisi teknologi ilmiah yang bisa membantu kondisi pak man saat ini. ini saya rekomendasikan agar mampu menilai keyakinan yang salah, perasaan postif dan apa efeknya bagi kehidupan pak man dimasa depan. karena jujur saja saya takut kalau pak man terus-menerus memikirkan keluhan-keluhan ini maka akan terjadi dan terus terjadi di masa depan pak man. dan tidak bisa berubah ke arah yang lebih baik

        ini saya titipkan linknya :
        http://www.quantumikhlas.com
        http://www.thesecret.tv
        sebagai tambahan mungkin bisa juga diplajari buku-buku ini:
        The Power Of Sound
        Rich Dad & Foor Dad
        New Think And Grow Rich
        Cash in a Flash
        Richard Brownson
        Fisika Quantum oleh Albert Einstein
        The Secret
        The Power
        I Can Make You Rich
        24 Prinsip Miliarder yang dicerahkan oleh Tung Desem Waringin.

        Karena Saya Percaya ” Untuk Merubah Hasil harus didahului merubah tindakan “

  3. Baiklah mang, akan tyang coba untuk membenahi pola pikir tyang saat ini tanpa harus membongkar secara keseluruhan, dan terimakasih banyak atas saran dan masukan komang melalui link-link yang komang berikan. Tulisan tyang di atas mungkin hanya sebuah luapan emosi negatif tyang ketika menghadapi kontradiksi realita yang ada dengan angan yang terlintas dalam fikiran saya saat itu. Apa yang sudah komang berikan kepada tyang itu merupakan hal yang sangat berharga, dan seandainya saja suatu ketika tyang bisa melakukan sebagian saja dari teori-teori itu, tyang yakin semua keluahan yang sekarang melekat dalam diri akan bisa musnah, dan tyang akan semakin menyadari makna dari suatu pengabdian. Sekali lagi terimakasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s