Usia? Bertambah atau Berkurang?

CoklatDari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun dan akhirnya waktu ke waktu, terasa usiaku semakin bertambah atau berkurang? Aaahh bingung… tahun 2010 usiaku sebenarnya 45 tahun, dan sekarang usiaku sudah hampir mendekati 46 tahun. Di usia seperti ini, kata orang adalah usia manusia sudah mengalami penurunan kualitas hidup seiring menurunnya kualitas kerja. Tapi sebenarnya saya masih bingung juga, kalau memang seperti itu mengapa diusia saya yang sekarang ini malah saya merasakan kualitas pekerjaan saya semakin meningkat, walaupun bukan dari segi hasil. Sebab saya merasakan bahwa beberapa tahun kemarin saya  punya tidak begitu banyak pekerjaan, dan proses pengerjaanpun tidak begitu banyak, hanya simple-saya kerjakan-selesai gak selesai ya sudah.

Nah, sekarang ini, peningkatan kualitas sekaligus kuantitas pekerjaan saya terasa sangat tinggi. Dari segi kuantitas sudah jelas, di tahun – tahun kemarin mungkin saya hanya punya 3 atau 4 pekerjaan dalam seminggu, tapi sekarang saya bisa punya 7 sampai 10 pekerjaan dalam seminggu. Dari segi prosentase hampir 75% ada penambahan. Dilihat dari segi kualitas meningkat juga tapi tak setajam peningkatan kuantitas. Kalau dilihat lihat dan saya rasakan, peningkatan tersebut mungkin hanya 5 persen bahkan mungkin kurang. Peningkatan yang saya maksud adalah peningkatan kualitas dari segi proses pengerjaan, apalagi peningkatan kualitas dari segi hasil, kalau bisa saya katakan dari segi hasil mungkin tidak ada peningkatan. Bahkan belakangan ini, semakin banyak pekerjaan yang saya kerjakan, malah hasil yang saya harapkan hampir tidak pernah saya capai, terutama hasil berupa ‘material’. Pernah suatu ketika, saya sangat sibuk mengerjakan tugas, selesai yang satu, datang lagi tugas atau pekerjaan lain dan menuntut segera rampung. Saking sibuk dan banyaknya tugas, maka saya tidak merasakan semakin banyak rokok dan makanan dan minuman yang saya konsumsi, tidak terasa kocek yang ada di kantong saya habis. Jalan terakhir supaya pekerjaan selesai, maka saya memutuskan untuk ngebon rokok, jajan, nasi dan lain-lain untuk dikonsumsi. Setelah semua rampung pengerjaan tugas itu, alih-alih saya mau dibayarin sama si pemberi tugas, yaah malah saya diolok ‘kok mengerjakan tugas dinas malah minta upah’?’.

Coklat 1Tapi walaupun hal seperti yang sudah saya katakan di atas sering saya alami, tetap saya menganggap bahwa saya sudah mampu meningkatkan kualitas dari pekerjaan saya, dari segi hasil materi mungkin memang peningkatan ke arah negative yang saya terima, saya percaya dan yakin bahwa disuatu saat nanti peningkatan ke arah positive pasti akan datang. Dan saya bertekad untuk terus melakukan apa yang mampu saya lakukan, sebab hasil suatu pekerjaan bukan hanya hasil berupa materi, hasil berupa ‘psychology/mental’ sudah saya dapatkan dimana saya sudah cukup puas saya sudah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu seperti yang diinginkan oleh si pemberi pekerjaan.

Saya pernah mendengar seseorang mengatakan sesuatu kepada saya terkait dengan tugas dan kewajiban hidup seorang manusia. “Lakukanlah semua pekerjaan dan kewajiban hidupmu dengan tulus dan ikhlas tanpa harus memikirkan hasil yang akan kamu terima, sebab berhasil atau tidak kamu melaksanakannya bukanlah urusanmu”. Terus terang saya sangat terkesima mendengar kalimat itu, dan saya selalu mencoba untuk memahami dan mengikutinya sebagai sebuah pedoman, walaupun mungkin saya masih belum sepenuhnya faham dengan maksud dan makna dari kalimat di atas. Tapi satu hal yang saya yakini benar dan baik, yaitu melakukan tugas dan kewajiban didasari atas ketulusikhlasan hati, jiwa dan raga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s