Dulu Saya Pernah

Pasangan 1Hari itu, Rabu 23 Juni 1993 yang lalu, merupakan moment yang sangat membahagiakan hati saya. Karena pada saat itu akan diselenggarakan upacara dan upakara pernikahan kami dengan istri sekarang. Sebenarnyalah tidak ada hal-hal yang unik ataupun yang luar biasa yang bisa saya ceritakan dalam tulisan ini. Hari itu pagi-pagi benar saya sekeluarga sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan upacara itu. Semua sarana dan prasarana upacara sudah siap termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan akomodasi untuk anggota keluarga dan undangan.

Kami tidak mengundang kerabat atau keluarga ataupun sahabat-sahabat secara resmi, karena maklum saja biaya untuk undangan semacam itu memang kami tidak punya. Jangankan untuk mengundang teman atau sahabat bahkan untuk biaya pernikahan itupun kami sebenarnya mengandalkan sokongan dari rentenir pada saat itu. Walaupun demikian, kami tetap merasa bahagia dan bangga karena bisa melaksanakan pernikahan tersebut. Dengan segala kekurangan dan kesederhanaaan itu, bukan berarti makna dari upacara itu kurang ataupun sederhana juga. Ksmi berfikir bahwa walaupun dengan segala kesederhanaan dan kekurangan biaya yang kami miliki, jangan sampai melemahkan keyakinan dan kebulatan tekad kami untuk saling mencintai sepanjang hidup kami kelak.

PasanganBeberapa hari sebelum hari H, sebenarnyalah ada beberapa teman dan sahabat yang datang walaupun tidak kami undang, terutama sahabat-sahabat yang mempunyai rasa kebersamaan dengan kami. Mereka semua datang dengan penuh rasa hormat dan ingin mendoakan kami, agar kami bisa menjadi pasangan yang langgeng. Yang tak bisa saya lupakan adalah, ada dua sahabat yang datang bahkan 3 hari seblum upacara, dan mereka mau membantu kami dalam mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan pelaksanaan upacara. Kami tidak bisa menceritakan perasaan kami pada saat itu kepada mereka. Mereka berdua sangat tulus membantu kami tanpa memikirkan balasan dari kami, karena merekapun tahu keadaan kami pada saat itu. Mereka sampai saat inipun kami anggap saudara, bukan hanya sekedar sahabat.

Foto di kiri atas merupakan foto yang diambil pada saat upacara dilaksanakan, 18 tahun yang lalu, sedangkan yang di bawah adalah foto yang diambil pada tahun 2009 yang lalu. Nampak jelas perubahan dan juga perkembangan wajah dan fisik kami. Tapi walaupun demikian, sampai pada saat tulisan ini dibuat, ada yang tak akan pernah berubah, yaitu rasa cinta kami. Dulu memang kami pernah mengalami halangan dan cobaan… tapi syukurlah semua itu bisa kami lalui dengan baik. Semoga kedepan kami selalu bisa melewati rintangan dan halangan hidup kami.

2 thoughts on “Dulu Saya Pernah

  1. Beli Nyoman,
    Karya tulis “Dulu Saya Pernah” diatas, mengingatkan tiyang pada masa masa sulit yang tyang alami sebelum tahun 1993. Tyang menganggap itu sebagai siklus / lingkaran kehidupan. Tiyang tidak (pernah) bercerita dan tidak banyak yang tahu tentang tiyang sendiri. Tiyang sosk orang yang tertutup, tetapi merasa sebagai orang yang tidak putusasa dan sosok orang yang menerima apa adanya. Beberapa kata yang sering saya pegang adalah ” rasakanlah panas ketika kamu kedinginan dan rasakan dingin ketika kamu kepanasan” ini menjadikan obat buat saya untuk tetap bisa bersabar seperti sekarang ini, ketika saya merasa takut akan melakukan sesuatu saya diingatkan akan ” badai pasti berlalu” Ini membuat saya bisa menjalankan tugas /kewajiban profesi saya terutamanya, ketika saya ragu ragu akan tindakan yang saya lakukan saya diingatkan akan “tanggung jawab saya pada saat harus mengambil tindakan itu” Ini membuat saya merasa diterima di sisi kumpulan orang – orang yang berbeda (tentunya berbekal kerendahan hati (kanggoang orahange blog)).

    Dengan seiring kata maaf sebelumnya. Tiyang ada comment sedikit mengenai (kebanyakan) karya tulis Beli untuk bisa (mudah mudahan) kemudian menjadi referensi.
    Tiyang tidak (sempat) membaca semua karya tulis yang beli muat, tapi melihat judul dan ringkasan kebanyakan memunculkan sosok penulis yang merasa (sepertinya) putus asa, mengeluh, sedih dll. Semoga Bermanfaat.

    • Ya terimakasih atas komentarnya De…, sebenarnya tulisan (Blog) ini ingin saya jadikan tuangan unek-unek yang tidak bisa tyang tuangkan dengan orang lain karena tidak ketemu. Makanya,tema tulisan yang ada hampir semuanya tentang keputus asaan, keluhan dan rasa sedih…, setiap ada permasalahan dalam diri… sulit mencara orang yang pas diajak bertukar fikiran (Sharing), sehingga Blog ini ada… hehehe… maaf De, tulisan ini kebanyakan tidak memenuhi struktur tulisan yang valid… tapi yang penting bisa difahami. Oh ya, belakangan ini tyang juga sebenarnya banyak sekali permasalahan yang menggeliat dalam hati, tapi belum sempat juga menulis dalam Blog… dan kalau ada tulisan yang mengingatkan Gede pada suatu hal dalam hidup De, barang kali itu suatu kebetulan, sekali lagi terimakasih saran dan doanya…klau boleh tahu dari mana tahu alamat Blog tyang ini padahal gak pernah saya publikasikan ke server Global?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s